RUMAH TUHAN

Rumah Tuhan Harus Bersih

Ezra 3:1-13
(Ayat 13) Orang tidak dapat lagi membedakan mana bunyi sorak-sorai kegirangan dan mana bunyi tangis rakyat, karena rakyat bersorak-sorai dengan suara yang nyaring, sehingga bunyinya kedengaran sampai jauh.

Tangis atau tangisan merupakan salah satu sarana untuk meluapkan perasaan. Tangisan dapat menyatakan perasaan sedih dan juga gembira. Melalui tangisan beban seseorang bisa terangkat dan orang mengalami kelegaan. Demikian juga halnya dengan sorak-sorai tanda kegembiraan.

Hal ini terjadi dan dialami oleh orang-orang Israel yang kembali ke Yerusalem setelah mengalami pembuangan di Babel selama tujuh puluh tahun. Mereka kembali untuk membangun rumah Allah yang tinggal reruntuhan.

Mereka semua bertangis-tangisan dan bersorak-sorai, meluapkan kesedihan dan kegembiraan. Orang-orang tua yang dulu pernah tinggal di Yerusalem dan melihat rumah Allah sebelum runtuh sekarang tinggal reruntuhan. Mereka menangis dengan suara nyaring karena rumah Allah akan dibangun kembali. Tangisan mereka bercampur dengan sorak-sorak kegirangan dari orang-orang muda yang bergembira karena akan membangun kembali rumah Allah.

Tangis dan sorak-sorak sebagai tanda kegembiraan juga harus ada pada kita sebagai umat Tuhan saat ini. Rumah Tuhan atau gereja tempat kita beribadah masih ada dan kita masih bisa beribadah dengan baik. Kita harus jaga dan pelihara rumah Tuhan karena menjadi tanggung jawab kita.

|| Jaga dan pelihara rumah Tuhan karena menjadi tanggung jawab kita. ||

Renungkan:

  • Kenapa bangsa Israel menangis dan bersorak-sorai?
  • Apa yang harus saya lakukan terhadap rumah Tuhan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)