KEMULIAAN KEKEKALAN

Manusia Kehilangan Kemuliaan Allah

Mazmur 49:1-20
(Ayat 17) Sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

Kemuliaan berasal dari kata dasar mulia yang memiliki pengertian (KBBI) tinggi, hormat yang berhubungan dengan kedudukan, pangkat dan martabat. Kemuliaan dicari dan dikejar hampir oleh semua orang. Tetapi pemazmur memberi peringatan bahwa kemuliaan yang selalu dicari tidak akan dibawa pada saat manusia meninggal.

Ayub juga berkata ketika manusia datang ke dunia atau dilahirkan telanjang. Tidak memiliki apapun dan ketika meninggal akan telanjang kembali. Tidak membawa semua yang dimilikinya (Ayat 1:21). Semua kemuliaan yang dimiliki akan ditinggal.

Sebagai umat Tuhan maka kita harus tahu bahwa kemuliaan dunia tidak akan dibawa saat meninggal. Jadi jangan jadikan kemuliaan dunia yang utama dan harus dikejar. Sebaliknya kemuliaan untuk kekekalan atau kehidupan bersama Tuhan yang harus dikejar.

Kemuliaan kekekalan akan kita miliki ketika meninggal tetap percaya dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Seperti Paulus yang terus menjaga iman dalam pertandingan iman selama hidupnya. Demikian juga harus kita miliki tetap percaya kepada Yesus sampai garis akhir kehidupan di dunia. Kita akan kekal di Surga bersama Tuhan.

|| Kemuliaan kekekalan akan kita miliki bila tetap percaya Yesus sampai garis akhir kehidupan. ||

Renungkan:

  • Kenapa saya tidak boleh fokus kepada kekekalan dunia?
  • Bagaimana caranya mendapatkan kekekalan di Surga?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)