Mazmur 73:1-28
(Ayat 1) Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
Pemazmur menyatakan bahwa Allah itu baik bagi mereka yang tulus dan bersih hatinya. Allah sangat mementingkan dan memperhatikan masalah hati, khususnya di setiap orang percaya. Kehidupan sesungguhnya dari seseorang dapat dinilai secara objektif dengan melihat hatinya.
Manusia adalah makhluk yang memiliki hati yang dapat mengendalikan akal budi. Saat manusia jatuh ke dalam dosa, hati manusia menjadi tercemar. Hati manusia tidak lagi bersih dan tulus sehingga manusia dapat hidup berpura-pura dan bersandiwara.
Manusia yang hidup dengan akal budi tanpa hati yang tulus dan bersih akan menjadi manusia yang menjalani kehidupannya secara sembarangan. Hati yang menjadi sumber kehidupan tidak berfungsi sehingga hatinya dikendalikan oleh akal budi.
Akal budi akan memerintahkan seluruh bagian tubuh untuk melakukan segala hal yang menyenangkan dan memuaskan hawa nafsu kedagingan. Keinginan daging pada umumnya bertentangan dengan keinginan roh atau keinginan Allah.
Untuk memiliki hati yang tulus dan murni, kita harus mengizinkan Roh Kudus berkuasa atas hidup kita. Hidup kita harus dipimpin oleh Roh. Roh manusia bersama dengan Roh Kudus akan menuntun kehidupan kita berjalan di dalam kehendak Allah.
|| Kita akan memiliki hati yang tulus ketika hidup dipimpin Roh Tuhan. ||
Renungkan:
- Mengapa Tuhan memperhatikan hati manusia?
- Bagaimana memiliki hati yang tulus dan murni?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

