TERIKAT PERJANJIAN

Perjanjian Baru

Mazmur 89:1-53
(Ayat 4) Engkau telah berkata: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku.

Perjanjian adalah suatu ikatan antara dua orang atau lebih. Mereka yang mengikatkan diri dalam suatu perjanjian terikat oleh hak dan kewajiban. Hak adalah bagian yang akan diterima, sedangkan kewajiban adalah bagian yang harus dilakukan.

Allah dengan kehendak-Nya sendiri mengikatkan diri-Nya dalam suatu perjanjian dengan Daud. Allah adalah pencipta segalanya, termasuk manusia. Tetapi Allah mau mengikatkan diri-nya dengan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya, yaitu Daud.

Daud bukan seorang raja, bukan orang pandai, bukan orang hebat, dan bukan orang terkenal. Daud hanya seorang gembala kambing domba. Tetapi Allah mau mengikatkan diri-Nya dengan Daud. Daud mendapat kasih karunia Allah. Oleh karena terikat perjanjian dengan Allah-lah, Daud menjadi raja dan takhtanya kokoh sampai selamanya.

Kalau Daud menjadi orang yang beruntung karena Allah mengikatkan diri-Nya dalam perjanjian. Tetapi kita lebih beruntung lagi daripada Daud karena Allah tidak hanya mengikatkan diri-Nya tetapi juga memberikan diri-Nya. Bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita dengan mati di kayu salib.

Oleh karena pengorbanan Yesus di kayu salib, kita mendapat kasih karunia. Kita terikat oleh Perjanjian dengan Allah. Kita menjadi anak Allah dan ahli waris kerajaan Allah. Semua milik Bapa di surga turun ke atas kita sebagai anak Allah. Kita harus mempertahankan posisi kita sebagai anak Allah. Tetap percaya dan terus beriman kepada Tuhan Yesus.

|| Pengorbanan Yesus di kayu salib membuat kita terikat oleh perjanjian dengan Tuhan. ||

Renungkan:

  • Mengapa Tuhan mau mengikat perjanjian dengan manusia?
  • Apa yang terjadi ketika Tuhan mengikatkan diri-Nya dengan manusia?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)