BERIBADAH DENGAN SUKACITA

Beribadah Dengan Sukacita

Mazmur 100:1-5
(Ayat 2) Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.

Pemazmur mengungkapkan bahwa ada sukacita besar ketika beribadah kepada Tuhan. Beribadah harus dengan penuh sukacita karena datang kepada Sang Pencipta. Ketika umat Tuhan menyadari bahwa Tuhan baik, maka ibadah bukan lagi sekadar rutinitas, apalagi terpaksa, tetapi ibadah akan menjadi suatu kerinduan.

Ibadah yang penuh sukacita berkaitan erat dengan pengenalan dan hubungan yang baik dengan Tuhan. Umat Tuhan mengenal dengan baik siapa Allah yang disembahnya. Allah yang telah membawa mereka keluar dari perbudakkan di Mesir. Menuntun mereka dengan tiang awan dan tiang api masuk ke dalam Tanah Perjanjian.

Tidak ada alasan juga bagi kita untuk tidak beribadah dengan sukacita kepada Tuhan. Sebab Tuhan adalah pencipta segalanya yang mau turun ke dunia menjadi manusia. Berkorban memberikan diri-Nya mati di kayu salib supaya kita dipulihkan dan diselamatkan, bahkan kita diberi kuasa menjadi anak Tuhan.

Kita harus beribadah dengan sukacita dan bersyukur. Walaupun kondisi dan keadaan kita saat ini dalam masalah atau pergumulan. Pada saat kita beribadah, pemulihan akan terjadi. Ada kuasa yang Tuhan curahkan baik melalui puji-pujian maupun firman yang disampaikan yang akan memulihkan kita.

|| Orang yang beribadah dengan sukacita akan merasakan kasih Tuhan. ||

Renungkan:

  • Mengapa saya harus beribadah dengan sukacita?
  • Apa yang terjadi ketika ibadah dilakukan dengan sukacita?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)