Mazmur 118:1-29
(Ayat 24) Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda tentang “hari”. Banyak orang yang percaya kalau ada hari yang baik dan ada pula hari yang tidak baik. Ada hari yang membawa keberuntungan dan ada juga hari yang membawa sial atau bencana.
Bagi orang yang percaya pada hari-hari tersebut akan berhati-hati dalam memilih hari bila mengadakan suatu acara. Mereka akan berkonsultasi dulu dengan orang yang mengerti tentang hari. Biasanya mereka akan bertanya kepada orang tua yang mengerti, dukun atau paranormal.
Sebagai anak Tuhan, kita harus tahu bahwa semua hari adalah baik. Bahkan setiap pagi hari, kasih Tuhan selalu baru. Sesungguhnya yang membuat beda adalah sikap hati dan pikiran kita yang masih percaya pada tradisi dan kepercayaan nenek moyang. Kita tidak tahu bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
Kita akan mengalami hari baik bila kita memulai hari dengan pengucapan syukur. Pagi hari dimulai dengan saat teduh atau bersekutu dengan Tuhan. Minta tuntunan dan penyertaan Tuhan, maka hari akan kita lalui dengan baik. Sebaliknya, jika kita mengawali hari tanpa persekutuan dengan Tuhan, maka kita akan berjalan sepanjang hari dengan kekuatan sendiri.
|| Hari baik selalu Tuhan berikan kepada kita yang memulai hari bersama Tuhan. ||
Renungkan:
- Apakah ada hari baik dan hari buruk?
- Apa yang harus saya lakukan untuk selalu mengalami hari baik?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

