MEMBANGUN BERSAMA TUHAN

Membangun Bersama Tuhan

Mazmur 127:1-5
(Ayat 1) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya;

Pemazmur mengingatkan kita bahwa keberhasilan dalam hidup bukan semata-mata hasil kekuatan, kemampuan atau kerja keras manusia. “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.” Rumah bukan hanya berbicara tentang bangunan, tetapi juga tentang keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan seluruh kehidupan yang sedang kita bangun.

Kita dapat merencanakan masa depan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan mengerahkan segala kemampuan yang Tuhan berikan. Namun, tanpa penyertaan dan kehendak Tuhan, semua usaha itu dapat menjadi sia-sia. Karena itu, jangan hanya meminta Tuhan memberkati apa yang kita kerjakan, tetapi libatkan Tuhan sejak awal dan pastikan bahwa apa yang kita bangun sesuai dengan kehendak-Nya.

Ketika Tuhan menjadi dasar kehidupan, kita memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan dan ketidakpastian. Mungkin proses membangun terasa panjang, melelahkan, bahkan penuh air mata, tetapi kita tidak membangun seorang diri. Tuhan yang memulai, menyertai dan menolong kita untuk menyelesaikan apa yang dipercayakan-Nya.

Mari menyerahkan keluarga, pekerjaan, pelayanan, cita-cita, dan setiap rencana kita ke dalam tangan Tuhan. Bangunlah kehidupan di atas firman-Nya, berjalan dalam ketaatan, dan tetap mengandalkan-Nya setiap hari. Sebab ketika Tuhan menjadi pembangun utama, apa yang kita kerjakan memiliki dasar yang kokoh dan tujuan yang berkenan kepada-Nya. Hidup yang dibangun bersama Tuhan tidak akan sia-sia.

|| Membangun bersama Tuhan artinya menyertakan Tuhan dalam kehidupan kita. ||

Renungkan:

  • Kenapa saya harus membangun bersama Tuhan?
  • Apa artinya membangun bersama Tuhan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)