Mazmur 128:1-6
(Ayat 1) Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Banyak orang Kristen mempunyai persepsi yang salah tentang arti takut akan Tuhan. Mereka mendefinisikannya sebagai ketaatan dalam melakukan perintah Tuhan karena takut akan hukuman. Tetapi sesungguhnya takut akan Tuhan yang benar lahir dari hubungan yang baik, bukan karena takut akan hukuman.
Kekristenan bukan sebuah agama yang berisi sejumlah larangan dan perintah yang harus dilakukan dan ditaati. Kekristenan merupakan hubungan antara Bapa dan anak-Nya. Takut akan Tuhan adalah wujud ketakutan yang sehat, artinya, kita sebagai anak menghormati Bapa.
Seorang bapa pasti mengasihi anaknya, mendidik anaknya menjadi baik, menyiapkan semua yang dibutuhkan anaknya. Bahkan akan memberikan hukuman bila salah atau menyimpang dari yang diajarkannya. Demikian Bapa di Sorga melakukannya terhadap kita, anak-Nya.
Bila kita tahu dan mengenal siapa Bapa di Sorga, Tuhan yang turun ke dunia menjadi manusia bernama Yesus. Memberikan diri-Nya mati di kayu salib supaya kita yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat tidak binasa dan kita beroleh keselamatan dan nanti tinggal bersama Tuhan di Sorga, kita pasti hidup takut akan Tuhan dan melakukan perintah-Nya.
|| Kita pasti hidup takut akan Tuhan dan melakukan perintah-Nya bila kita tahu Tuhan Yesus sudah mati untuk kita. ||
Renungkan:
- Kenapa saya harus hidup takut akan Tuhan?
- Apa tanda orang yang hidupnya takut akan Tuhan?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

