TETAP INGAT TUHAN

Keluar Dan Tinggalkan Babel

Mazmur 137:1-9
(Ayat 1) "Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion."

Ada masa ketika hidup membawa kita ke “Babel”, yaitu keadaan yang jauh dari apa yang kita harapkan. Bangsa Israel menangis karena kehilangan tanah, rumah dan kehidupan yang mereka kenal. Air mata mereka menunjukkan pergumulan dan kerinduan yang dalam. Kita juga dapat mengalami masa sulit, kecewa, kehilangan, atau merasa jauh dari Tuhan. Namun, jangan biarkan pergumulan membuat kita melupakan kebaikan dan kesetiaan Tuhan.

Di tengah kesedihan, bangsa Israel mengingat Sion. Mengingatkan mereka akan tempat hadirat Tuhan dan hubungan mereka dengan-Nya. Ini mengajarkan bahwa ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan, kita perlu mengarahkan hati kembali kepada Tuhan. Jangan melihat besarnya masalah, tetapi ingatlah siapa Tuhan yang menyertai kita. Tuhan tetap hadir sekalipun kita sedang berada di “Babel” kehidupan.

Mungkin saat ini kita sedang duduk dalam pergumulan dan meneteskan air mata. Jangan malu membawa air mata itu kepada Tuhan. Kesedihan tidak berarti kita kehilangan iman; justru melalui kesedihan kita dapat belajar semakin dekat dan bergantung kepada Tuhan. Tetap berdoa, membaca firman dan mengingat pertolongan Tuhan di masa lalu. Apa yang kita alami hari ini bukanlah akhir dari perjalanan bersama Tuhan.

Ketika keadaan sulit dan hati mulai lemah, kita harus semakin mengingat Tuhan. Tetap terus memandang kepada Tuhan. Keadaan dapat berubah, tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berubah. Di mana pun kita berada, tetap percaya kalau Tuhan menyertai dan memegang kehidupan kita.

|| Tetap ingat Tuhan sekalipun kita berada dalam “Babel” kehidupan. ||

Renungkan:

  • Apa yang dimaksud Babel?
  • Apa yang harus saya lakukan ketika berada di “Babel” kehidupan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)