Mazmur 141:3
"Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!"
Daud berdoa agar Tuhan mengawasi mulutnya dan menjaga pintu bibirnya. Ia menyadari bahwa menjaga perkataan bukan hanya soal kemampuan manusia, melainkan juga membutuhkan pertolongan Tuhan.
Mulut adalah bagian kecil dari tubuh, tetapi perkataan yang keluar darinya dapat berdampak besar. Perkataan dapat menguatkan hati, memberikan penghiburan, dan membangun iman, tetapi juga dapat melukai, menghancurkan hubungan, dan menimbulkan pertengkaran.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mudah mengucapkan sesuatu ketika sedang marah, kecewa, tersinggung, atau merasa benar. Sering kali perkataan keluar sebelum kita memikirkan dampaknya.
Tuhan menghendaki agar kita belajar mengendalikan lidah, tidak menyebarkan fitnah, tidak mengucapkan kata-kata yang merendahkan dan tidak membalas kejahatan dengan perkataan yang menyakitkan. Setiap perkataan kita harus menjadi berkat bagi orang lain.
Ketika kita menyerahkan mulut dan hati kepada Tuhan, perkataan kita dapat menjadi sarana untuk membawa damai, menguatkan yang lemah dan menyatakan kasih Kristus di mana pun kita berada. Kita harus meminta Roh Kudus menolong untuk berbicara dengan kasih, hikmat, dan penguasaan diri.
|| Tuhan awasi mulutku supaya perkataan saya menjadi berkat bagi orang lain. ||
Renungkan:
- Kenapa saya harus minta Tuhan mengawasi mulut saya?
- Apa yang terjadi bila mulut tidak bisa dikontrol?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

