KELUH KESAH KEPADA TUHAN

Keluh Kesah

Mazmur 142:1-8
(Ayat 3) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya.

Setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa sulit ketika hati dipenuhi kekhawatiran, kesedihan, dan tekanan hidup. Dalam keadaan seperti itu, kita sering merasa tidak memiliki tempat untuk mencurahkan isi hati. Namun, Daud mengajarkan bahwa Tuhan adalah tempat yang tepat untuk membawa segala keluh kesah dan kesesakan kita. Tuhan tidak pernah menolak hati yang datang kepada-Nya dengan jujur.

Mencurahkan keluh kesah kepada Tuhan bukan berarti kita tidak memiliki iman, melainkan sebuah ungkapan kepercayaan bahwa Tuhan peduli terhadap keadaan kita. Kita tidak perlu menyembunyikan air mata, ketakutan, atau pergumulan di hadapan-Nya. Tuhan mengetahui segala sesuatu yang kita alami, tetapi Dia rindu kita datang dan berbicara kepada-Nya melalui doa.

Ketika kita mencurahkan isi hati kepada Tuhan, kita sedang menyerahkan beban yang terlalu berat untuk kita tanggung sendiri. Mungkin keadaan belum langsung berubah, tetapi hati kita dapat memperoleh ketenangan dan kekuatan baru. Tuhan sanggup menolong kita melewati kesesakan, memberikan hikmat dalam mengambil keputusan serta menguatkan kita untuk tetap berjalan dalam pengharapan.

Jangan memendam kesesakan seorang diri. Kita harus datang kepada Tuhan dalam doa dan curahkan seluruh isi hati kita kepada-Nya. Tuhan pasti mendengar setiap seruan anak-anak-Nya dan tidak pernah meninggalkan kita dalam pergumulan.

|| Curahkan keluh kesah kepada Tuhan yang selalu siap untuk mendengar dan menolong kita. ||

Renungkan:

  • Kepada siapa keluh kesah harus saya curahkan?
  • Kenapa saya tidak boleh memendam masalah seorang diri?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)