MEMULIAKAN TUHAN

Muliakan Tuhan

Mazmur 146:1-10
(Ayat 2) Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Mazmur 146:2 mengajarkan sebuah komitmen untuk kita terus bermazmur atau bernyanyi dan memuliakan Tuhan sepanjang hidup kita. Memuliakan Tuhan bukan hanya dilakukan ketika keadaan baik, tetapi merupakan sikap hati yang bersyukur dan memuji Tuhan dalam setiap keadaan.

Sering kali kita mudah memuji Tuhan ketika doa dijawab dan segala sesuatu berjalan sesuai harapan. Tetapi iman yang dewasa terlihat ketika kita tetap memuliakan Tuhan di tengah pergumulan, ketidakpastian, dan penantian. Pujian kita menjadi ungkapan bahwa kita percaya Tuhan tetap baik dan setia sekalipun kita belum melihat jalan keluar.

Hidup adalah kesempatan untuk menyatakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita. Melalui perkataan, sikap, pekerjaan, pelayanan dan keputusan yang kita ambil, biarlah nama Tuhan dipermuliakan. Jangan sampai pujian kita hanya keluar dari bibir, tetapi biarlah seluruh kehidupan kita menjadi kesaksian tentang kasih dan kebesaran-Nya.

Kita harus mengambil keputusan seperti pemazmur: Selama kita masih diberi kehidupan, kita akan terus memuji dan memuliakan Tuhan. Apa pun musim kehidupan yang sedang kita jalani, jangan berhenti bersyukur dan memuliakan Tuhan. Selagi kita masih ada, biarlah hidup kita menjadi pujian bagi Tuhan.

|| Muliakan Tuhan selama kita masih memiliki kehidupan. ||

Renungkan:

  • Apa yang harus saya lakukan selama masih memiliki kehidupan?
  • Mengapa saya harus memuliakan dan memuji Tuhan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)