Mazmur 147:1-20
(Ayat 10) Ia tidak suka kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki.
Mazmur 147:10 mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak menilai seseorang berdasarkan kekuatan, kemampuan atau kehebatan yang dimilikinya. Kegagahan kuda dan kekuatan kaki manusia tidak menjadi ukuran utama di hadapan Tuhan. Tuhan melihat hati yang mau percaya dan berserah kepada-Nya.
Sering kali kita merasa mampu menghadapi kehidupan karena memiliki pengalaman, kepandaian, kekayaan, jabatan atau relasi yang kuat. Namun, semua itu terbatas. Ketika kita menghadapi keadaan yang berada di luar kendali, kita akan menyadari bahwa hanya Tuhanlah sumber kekuatan dan pertolongan yang sejati.
Jangan menjadikan kemampuan diri sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan. Kita harus menggunakan setiap talenta dan kekuatan yang Tuhan berikan, tetapi tetaplah rendah hati dan mengandalkan-Nya. Tuhan berkenan kepada hati yang percaya, taat, dan menyadari bahwa keberhasilan hanya dari Tuhan.
Kita harus belajar menyerahkan setiap rencana, pekerjaan dan pergumulan kepada Tuhan. Bukan kekuatan kita yang menjadi sandaran utama, melainkan Tuhan yang memegang dan menuntun hidup kita. Ketika kita mengandalkan Tuhan, kita belajar berjalan dengan iman, bukan dengan kekuatan sendiri.
|| Tuhan tidak senang dengan orang yang mengandalkan kekuatannya. ||
Renungkan:
- Kenapa Tuhan tidak senang dengan orang yang mengandalkan kekuatan sendiri?
- Apa ciri orang yang menghasilkan Tuhan?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

