Amsal 3:1-35
(Ayat 12) Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Penulis Amsal mengingatkan kita bahwa teguran dan didikan Tuhan merupakan bukti kasih-Nya kepada kita. Seperti seorang ayah yang menyayangi anaknya, demikian juga Tuhan tidak membiarkan kita berjalan seorang diri dan sesuka hati. Tuhan mengarahkan kita supaya hidup kita berada di jalan yang benar.
Terkadang didikan Tuhan terasa tidak nyaman. Ada nasihat yang harus kita terima. Kebiasaan yang harus kita tinggalkan atau jalan yang harus kita ubah. Jangan kita menganggap teguran Tuhan sebagai penolakan. Justru melalui didikan-Nya, Tuhan sedang membentuk karakter dan menolong kita bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa dalam iman.
Ketika Tuhan menegur, kita harus membuka hati dan merespons dengan kerendahan hati. Jangan mengeraskan hati atau merasa tersinggung ketika Tuhan menunjukkan kesalahan kita. Didikan Tuhan bertujuan memulihkan, memperbaiki dan membawa kita semakin dekat kepada-Nya.
Kita harus menerima setiap didikan Tuhan sebagai tanda kasih-Nya. Percaya bahwa Bapa mengasihi kita dan mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan kita. Biarlah teguran Tuhan membentuk hati kita, memperbaiki langkah kita dan membawa kita semakin serupa dengan kehendak-Nya.
|| Tuhan mendidik kita seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya. ||
Renungkan:
- Bagaimana cara Tuhan mendidik umat-Nya?
- Apa yang harus saya lakukan ketika Tuhan sedang mendidik saya?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

