Amsal 23:1-35
(Ayat 4) Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
Firman Tuhan mengingatkan kita agar tidak menjadikan kekayaan sebagai tujuan utama dalam hidup. Banyak orang rela bekerja tanpa mengenal waktu, mengorbankan kesehatan, keluarga bahkan hubungan dengan Tuhan demi mengejar harta duniawi. Padahal, kekayaan tidak dapat menjamin kebahagiaan dan ketenangan hati. Kekayaan dunia bersifat sementara dan dapat lenyap dalam sekejap.
Tuhan tidak melarang kita menjadi kaya tetapi Tuhan menghendaki agar hati kita tidak terikat pada kekayaan. Tuhan ingin kita bekerja dengan rajin dan bertanggung jawab tetapi tidak sampai diperbudak oleh keinginan untuk menjadi kaya. Jangan sampai kesibukan mencari uang membuat kita melupakan Tuhan, mengabaikan keluarga atau menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan.
Jangan juga membandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan dan berkat yang berbeda. Hidup yang diberkati bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang kita miliki melainkan juga tentang damai sejahtera, sukacita, kesehatan, keluarga dan hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Kita harus jadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan dan berkat yang terutama dalam kehidupan kita. Belajar mencukupkan diri dan mengucap syukur atas setiap berkat yang Tuhan berikan. Tetap bekerja dengan tekun, jujur, dan setia, serta kelolalah berkat Tuhan dengan bijaksana. Berkat Tuhan yang menjadikan kita kaya.
|| Jangan ingin menjadi kaya karena dapat membuat kita jatuh dalam dosa. ||
Renungkan:
- Kenapa Tuhan melarang umat-Nya menjadi kaya?
- Apa yang Tuhan kehendaki dari umat-Nya?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

