Amsal 26:1-28
(Ayat 14) Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.
Firman Tuhan dalam Amsal 26:14 menggambarkan orang malas seperti pintu yang berputar pada engselnya. Pintu itu bergerak tetapi tetap berada di tempat yang sama. Demikian juga orang yang malas, ia mungkin memiliki banyak keinginan dan rencana, tetapi jika tidak mau bertindak, maka hidupnya tidak akan mengalami kemajuan.
Kemalasan sering kali membuat seseorang menunda pekerjaan, menyia-nyiakan waktu dan kehilangan kesempatan yang Tuhan berikan. Kita mungkin memiliki banyak alasan untuk tidak melakukan sesuatu, tetapi jika kebiasaan ini terus dipelihara, kita akan sulit mencapai tujuan yang baik.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk bekerja dengan rajin dan setia, bukan hanya ketika ada orang yang melihat, tetapi juga ketika tidak ada seorang pun yang memperhatikan. Kolose 3:23 mengingatkan kita agar melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang rajin, tekun dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Kita harus belajar mendisiplinkan diri, menggunakan waktu dengan bijaksana dan tidak membiarkan kenyamanan menghalangi kita untuk melakukan tanggung jawab. Apa pun pekerjaan dan pelayanan kita, lakukan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk ucapan syukur atas kesempatan dan kemampuan yang Tuhan berikan.
|| Orang yang pemalas hidupnya tidak akan mengalami kemajuan. ||
Renungkan:
- Kenapa saya tidak boleh malas?
- Bagaimana caranya supaya saya tidak menjadi pemalas?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

