2 Tawarikh 27:1-9 (Ayat 6) Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan, Allahnya.
MENGARAHKAN HIDUP
2 Tawarikh 27:1-9 (Ayat 6) Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan, Allahnya.
TINGGI HATI
2 Tawarikh 26:1-23 (Ayat 16) Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki bait Tuhan untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
TINGGI HATI
2 Tawarikh 26:1-23 (Ayat 16) Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki bait Tuhan untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
TIDAK SEGENAP HATI
2 Tawarikh 25:1-28 (Ayat 2) Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, hanya tidak dengan segenap hati.
TIDAK SEGENAP HATI
2 Tawarikh 25:1-28 (Ayat 2) Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, hanya tidak dengan segenap hati.
HATI-HATI DENGAN NASEHAT
2 Tawarikh 24:1-27 (Ayat 17) Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
HATI-HATI DENGAN NASEHAT
2 Tawarikh 24:1-27 (Ayat 17) Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
IMAM YOYADA
2 Tawarikh 23:1-21 (Ayat 3) Lalu seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Allah. Kata Yoyada kepada mereka: “Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan Tuhan tentang anak-anak Daud!”
IMAM YOYADA
2 Tawarikh 23:1-21 (Ayat 3) Lalu seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Allah. Kata Yoyada kepada mereka: “Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan Tuhan tentang anak-anak Daud!”
PERANAN ORANG TUA
2 Tawarikh 22:1-12 (Ayat 3) Ia pun hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat.











