Mazmur 100:1-5
(Ayat 2) Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.
Shalom adik-adik,
Pemazmur mengungkapkan bahwa ada sukacita besar ketika beribadah kepada Tuhan. Beribadah harus dengan penuh sukacita karena datang kepada Sang Pencipta. Ketika umat Tuhan menyadari bahwa Tuhan baik, maka ibadah bukan lagi sekadar rutinitas, apalagi terpaksa, tetapi ibadah akan menjadi suatu kerinduan.
Adik-adik, ibadah yang penuh sukacita berkaitan erat dengan pengenalan dan hubungan yang baik dengan Tuhan. Umat Tuhan mengenal dengan baik siapa Tuhan yang disembahnya. Tuhan yang telah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakkan di Mesir. Menuntun mereka dengan tiang awan dan tiang api masuk ke dalam Tanah Perjanjian.
Tidak ada alasan juga bagi adik-adik untuk tidak beribadah dengan sukacita kepada Tuhan Yesus. Sebab Tuhan Yesus adalah pencipta segalanya yang mau turun ke dunia menjadi manusia. Berkorban memberikan diri-Nya mati di kayu salib supaya adik-adik dipulihkan dan diselamatkan. Bahkan adik-adik diberi kuasa menjadi anak Tuhan Yesus.
Adik-adik harus beribadah dengan sukacita dan bersyukur. Walaupun kondisi dan keadaan adik-adik saat ini dalam masalah atau pergumulan. Pada saat adik-adik beribadah, pemulihan akan terjadi. Ada kuasa yang Tuhan Yesus curahkan baik melalui puji-pujian maupun firman Tuhan yang disampaikan yang akan memulihkan adik-adik.
|| Adik-adik yang beribadah dengan sukacita akan merasakan kasih Tuhan Yesus. ||
Renungkan:
- Mengapa saya harus beribadah dengan sukacita?
- Apa yang terjadi ketika ibadah dilakukan dengan sukacita?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

