Amsal 17:1-28
(Ayat 22) Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Shalom adik-adik,
Hati yang gembira adalah salah satu berkat Tuhan Yesus dalam kehidupan adik-adik. Ketika hati dipenuhi sukacita, adik-adik akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. Sukacita sejati bukan berarti hidup adik-adik selalu bebas dari masalah, melainkan adik-adik tetap memiliki pengharapan karena percaya bahwa Tuhan Yesus menyertai adik-adik dalam segala keadaan.
Adik-adik pasti pernah mengalami kekecewaan, kegagalan, dan pergumulan hidup. Namun, jangan biarkan semua itu mematahkan semangat adik-adik. Semangat yang patah dapat membuat adik-adik kehilangan kekuatan dan pengharapan. Adik-adik harus datang kepada Tuhan Yesus dalam doa, curahkan isi hati adik-adik kepada-Nya dan percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup memberikan penghiburan serta kekuatan yang baru.
Sukacita sejati tidak hanya berasal dari keadaan yang menyenangkan, tetapi juga dari hubungan adik-adik dengan Tuhan Yesus. Belajarlah untuk bersyukur atas berkat-berkat yang telah adik-adik terima, menghargai hal-hal sederhana dan tetap percaya kepada kebaikan Tuhan Yesus. Firman Tuhan dalam Filipi 4:4 berkata, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: “Bersukacitalah!” Ketika hati adik-adik dipenuhi rasa syukur, adik-adik akan memiliki kekuatan untuk menjalani hari demi hari.
Tuhan Yesus ingin memakai kehidupan adik-adik untuk menguatkan orang lain. Melalui perkataan yang membangun, senyuman yang tulus, perhatian dan kasih, adik-adik dapat menjadi berkat bagi mereka yang sedang mengalami kesedihan. Jangan adik-adik menjadi penyebab orang lain kehilangan semangat, tetapi jadilah pribadi yang membawa penghiburan dan pengharapan. Adik-adik harus menjaga hati tetap gembira sebab sukacita dari Tuhan Yesus memberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan.
|| Hati yang gembira akan membuat adik-adik bersukacita. ||
Renungkan:
- Mengapa hati saya harus gembira?
- Apa dampaknya bila hati tidak gembira?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

