DH-Jangan Pernah Ada Allah Lain

JANGAN PERNAH ADA ALLAH LAIN

HOP CHURCHDaily HOPe Kid

2 Raja-raja 1:1-18
(Ayat 16) Berkatalah Elia kepada raja: “Beginilah firman Tuhan: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati.”

Shalom adik-adik,

Seringkali karena hubungan kita dengan Allah tidak intim sehingga kita tidak mengenal Allah dengan baik. Kita tidak tahu siapa Allah sesungguhnya? bagaimana kasih-Nya? bagaimana kuasa-Nya? Sepertinya Allah jauh bahkan tidak ada.

Adik-adik raja Ahazia mengalami sakit akibat jatuh dari kisi-kisi kamarnya. Ahazia kemudian menyuruh orang untuk bertanya kepada Baal-Zebub, allah di Ekron mengenai penyakit yang dideritanya dan apakah bisa disembuhkan. Perbuatan Ahazia membuat Allah marah karena melanggar perintah Allah untuk tidak ada allah lain di hati umat-Nya, selain dari pada Allah yang sudah membawa mereka keluar dari Mesir.

Dengan bertanya kepada Baal, secara tidak langsung Ahazia mengakui Baal lebih hebat dari Allah. Hal ini merendahkan Allah. Akibat perbuatannya, Allah membuat Ahazia tidak bangun lagi dari tempat tidurnya dan kemudian akan mati.

Adik-adik hubungan yang baik atau intim dengan Allah membuat adik-adik tahu pribadi Allah. Dengan kematian-Nya di kayu salib, Allah membuktikan kasih-Nya kepada manusia. Dia bangkit membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup.


TETAP PERCAYA KEPADA-NYA DAN SERAHKAN HIDUP ADIK-ADIK KEPADA-NYA, MAKA ADIK-ADIK AKAN MELIHAT KUASA-NYA DINYATAKAN ATAS ADIK-ADIK


Adik-adik jangan pernah berpaling dari-Nya. Tetap percaya kepada-Nya dan serahkan hidup adik-adik kepada-Nya, maka adik-adik akan melihat kuasa-Nya dinyatakan atas adik-adik.

Tuhan memberkati.

DOA :
Tuhan Yesus ampuni saya, kalau selama ini saya mencari pertolongan dari dunia, saya bertanya kepada orang-orang pintar, berharap pada manusia. Saya berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi. Saya hanya mau percaya dan senantiasa bertanya dan meminta pertolongan hanya kepada Tuhan Yesus. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.