Amsal 12:1-28
(Ayat 15) “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.”
Shalom adik-adik,
Firman Tuhan mengingatkan adik-adik bahwa orang yang bodoh menganggap jalannya sendiri selalu benar. Ketika adik-adik merasa paling tahu dan tidak mau menerima pendapat orang lain, adik-adik dapat terjebak dalam kesalahan. Tuhan Yesus menghendaki adik-adik memiliki hati yang rendah hati, mau belajar, dan menyadari bahwa adik-adik masih membutuhkan hikmat serta tuntunan-Nya.
Adik-adik yang bijaksana bukan adik-adik yang mengetahui segala sesuatu, melainkan adik-adik yang bersedia mendengarkan nasihat. Tuhan Yesus dapat memakai keluarga, pemimpin rohani dan sesama orang percaya untuk memberikan arahan yang membangun. Karena itu, jangan terburu-buru menolak nasihat hanya karena tidak sesuai dengan keinginan adik-adik. Belajarlah mendengarkan dengan hati yang terbuka dan mengujinya berdasarkan Firman Tuhan.
Mendengarkan nasihat membutuhkan kerendahan hati dan kesediaan untuk dikoreksi. Terkadang nasihat yang benar terasa tidak nyaman karena menunjukkan kelemahan atau kesalahan adik-adik. Tetapi jika adik-adik mau menerima teguran dengan hati yang terbuka, maka adik-adik akan bertumbuh dalam karakter, semakin dewasa secara rohani, dan terhindar dari keputusan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Adik-adik, jangan hanya mengandalkan pikiran dan pengertian sendiri, tetapi senantiasa mencari kehendak Tuhan Yesus melalui doa, Firman-Nya dan nasihat yang bijaksana. Adik-adik yang mau diajar akan terus bertumbuh dalam hikmat dan semakin berkenan kepada Tuhan Yesus. Kebijaksanaan bukan hanya terlihat dari kemampuan adik-adik memberikan nasihat, tetapi juga dari kerendahan hati untuk menerima nasihat.
|| Adik-adik yang mendengar nasihat akan hidup bijaksana. ||
Renungkan:
- Mengapa saya harus mau mendengar nasihat?
- Apa dampaknya bagi orang yang suka mendengar nasihat?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

