MENGUASAI DIRI

Badai pasti datang

Amsal 16:1-33
(Ayat 32) Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Shalom adik-adik,
Penulis Amsal mengajarkan bahwa orang yang sabar lebih besar daripada seorang pahlawan dan orang yang menguasai dirinya lebih besar daripada orang yang merebut kota. Kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah ketika adik-adik berhasil mengalahkan orang lain, tetapi ketika adik-adik mampu mengendalikan hati, emosi, perkataan dan tindakan adik-adik.

Adik-adik, kesabaran sering kali tidak mudah. Ketika disakiti, disalahpahami, atau diperlakukan tidak adil, adik-adik cenderung ingin membalas. Tetapi Tuhan Yesus memanggil adik-adik untuk belajar menahan diri dan menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Kesabaran bukan berarti lemah, melainkan tanda bahwa adik-adik memiliki kekuatan untuk tidak dikuasai oleh emosi.

Penguasaan diri adalah buah dari kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Adik-adik belajar untuk berpikir sebelum berbicara, berdoa sebelum mengambil keputusan, dan menahan amarah ketika menghadapi masalah. Ketika adik-adik mampu menguasai diri, adik-adik sedang menunjukkan karakter Kristus dalam kehidupan adik-adik.

Adik-adik harus meminta pertolongan Tuhan Yesus agar memiliki hati yang sabar dan mampu menguasai diri dalam setiap keadaan. Jangan biarkan kemarahan, ego atau emosi mengendalikan hidup adik-adik. Kemenangan sejati adalah ketika adik-adik mampu mengalahkan diri sendiri dan tetap hidup dalam kasih, hikmat dan kehendak Tuhan Yesus.

|| Kemenangan sejati adalah ketika adik-adik mampu menguasai diri sendiri dan terus hidup dalam kebenaran. ||

Renungkan:

  • Apa yang harus saya lakukan untuk memiliki kemenangan sejati?
  • Apa maksudnya orang sabar melebihi pahlawan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)