Amsal 3:1-35
(Ayat 12) Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.
Shalom adik-adik,
Penulis Amsal mengingatkan adik-adik bahwa teguran dan didikan Tuhan Yesus merupakan bukti kasih-Nya kepada adik-adik. Seperti seorang ayah yang menyayangi anaknya, demikian juga Tuhan Yesus tidak membiarkan adik-adik berjalan seorang diri dan sesuka hati. Tuhan Yesus mengarahkan adik-adik supaya hidup adik-adik berada di jalan yang benar.
Adik-adik, terkadang didikan Tuhan Yesus terasa tidak nyaman. Ada nasihat yang harus adik-adik terima. Kebiasaan yang harus adik-adik tinggalkan atau jalan yang harus adik-adik ubah. Jangan adik-adik menganggap teguran Tuhan Yesus sebagai penolakan. Justru melalui didikan-Nya, Tuhan Yesus sedang membentuk karakter dan menolong adik-adik bertumbuh menjadi pribadi yang semakin dewasa dalam iman.
Ketika Tuhan Yesus menegur, adik-adik harus membuka hati dan merespons dengan kerendahan hati. Jangan mengeraskan hati atau merasa tersinggung ketika Tuhan Yesus menunjukkan kesalahan adik-adik. Didikan Tuhan Yesus bertujuan memulihkan, memperbaiki dan membawa adik-adik semakin dekat kepada-Nya.
Adik-adik harus menerima setiap didikan Tuhan Yesus sebagai tanda kasih-Nya. Percaya bahwa Bapa mengasihi adik-adik dan mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan adik-adik. Biarlah teguran Tuhan Yesus membentuk hati adik-adik, memperbaiki langkah adik-adik dan membawa adik-adik semakin serupa dengan kehendak-Nya.
|| Tuhan Yesus mendidik adik-adik seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya. ||
Renungkan:
- Bagaimana cara Tuhan Yesus mendidik umat-Nya?
- Apa yang harus saya lakukan ketika Tuhan Yesus sedang mendidik saya?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

