SUKA MEMBERI

Persembahan Untuk Tuhan

Amsal 11:1-31
(Ayat 24) Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

Shalom adik-adik,
Penulis Amsal mengajarkan bahwa berkat bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk dibagikan kepada orang lain. Dunia sering mengajarkan bahwa semakin banyak adik-adik menyimpan, semakin aman hidup adik-adik. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan bahwa ada berkat yang justru adik-adik akan alami ketika adik-adik memiliki hati yang suka memberi. Memberi bukan berarti menghamburkan harta, melainkan menggunakan apa yang Tuhan Yesus percayakan dengan bijaksana untuk menjadi berkat bagi sesama.

Adik-adik yang suka memberi menunjukkan bahwa adik-adik percaya kepada pemeliharaan Tuhan Yesus. Adik-adik tidak hidup dalam ketakutan akan kekurangan, tetapi belajar mengandalkan Tuhan Yesus sebagai sumber segala berkat. Sebaliknya, adik-adik yang terlalu khawatir kehilangan hartanya dapat menjadi kikir dan sulit menolong orang lain. Padahal harta yang adik-adik miliki hanyalah titipan Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus rindu agar adik-adik menjadi saluran berkat bagi keluarga, gereja serta mereka yang membutuhkan pertolongan.

Memberi tidak selalu harus berupa uang atau harta yang besar. Adik-adik dapat memberi melalui waktu, tenaga, perhatian, kasih dan pertolongan yang tulus. Tuhan Yesus tidak hanya melihat besarnya pemberian adik-adik, tetapi juga ketulusan hati di balik pemberian itu. Ketika adik-adik memberi dengan sukacita, adik-adik sedang menyatakan kasih Tuhan Yesus kepada orang lain. Adik-adik juga belajar bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya terletak pada apa yang adik-adik miliki, melainkan pada bagaimana adik-adik menggunakan apa yang Tuhan Yesus percayakan.

Adik-adik harus menjadi orang percaya yang murah hati, bukan orang yang dikuasai oleh cinta akan uang dan ketakutan akan kekurangan. Jangan menunggu berlimpah untuk mulai memberi, tetapi belajarlah setia membagikan berkat sesuai kemampuan adik-adik. Percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup memelihara kehidupan adik-adik. Tangan yang terbuka untuk memberkati sesama mencerminkan hati yang percaya kepada Tuhan Yesus. Adik-adik harus jadi saluran berkat, sebab hidup yang diberkati Tuhan Yesus adalah hidup yang juga membawa berkat bagi orang lain.

|| Adik-adik yang suka memberi akan semakin diberkati Tuhan. ||

Renungkan:

  • Mengapa saya harus suka memberi?
  • Apa dampaknya bagi orang yang suka memberi?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)