Amsal 14:1-35
(Ayat 27) Takut akan Tuhan adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.
Shalom adik-adik,
Hidup takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan memiliki rasa hormat, tunduk dan menghargai Tuhan Yesus dalam setiap aspek kehidupan. Ketika adik-adik menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang utama, adik-adik belajar hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Adik-adik, takut akan Tuhan menjadi sumber kehidupan karena firman-Nya menuntun adik-adik kepada jalan yang benar. Banyak keputusan yang tampaknya baik di mata manusia tetapi dapat membawa adik-adik kepada kehancuran. Tetapi ketika adik-adik mencari Tuhan Yesus dan berpegang pada firman-Nya, adik-adik akan memiliki hikmat untuk membedakan yang benar dan yang salah.
Jerat maut sering kali dimulai dari hal-hal kecil: kompromi terhadap dosa, pergaulan yang salah, keserakahan, amarah atau keputusan yang tidak melibatkan Tuhan Yesus. Karena itu, jangan mengandalkan kekuatan dan pengertian adik-adik sendiri. Takut akan Tuhan menjadi penjaga hati dan langkah adik-adik setiap hari sehingga adik-adik tidak mudah terjebak dalam jalan yang membawa kehancuran.
Adik-adik harus menjadikan takut akan Tuhan sebagai dasar kehidupan adik-adik. Hormati Tuhan Yesus dalam pikiran, perkataan, keputusan, pekerjaan, keluarga dan hubungan dengan sesama. Ketika adik-adik hidup dalam takut akan Tuhan, adik-adik akan mengalami tuntunan, perlindungan dan kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Adik-adik harus senantiasa hidup di jalan Tuhan Yesus dan terhindar dari setiap jerat maut.
|| Orang yang hidup takut akan Tuhan, hidupnya akan selalu dipimpin oleh Tuhan Yesus. ||
Renungkan:
- Apakah saya hidup takut akan Tuhan?
- Bagaimana mengimpartasikan hidup takut akan Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

