2 Tawarikh 4:1-22
(Ayat 5) Tebal “laut” itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. “Laut” itu dapat memuat tiga ribu bat air.
Shalom adik-adik,
Rumah Allah zaman Salomo dibuat dengan sangat detail, bangunan dengan ukuran yang tepat. Semua bahan dengan kualitas yang baik termasuk juga semua perabot. Rumah Allah merupakan tempat perlambangan atau wadah kehadiran Allah.
Kata “laut” terjemahan dari Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) diartikan bejana, wadah atau tempat menampung. Jadi rumah Allah adalah wadah atau tempat menampung kehadiran Allah.
Adik-adik, berbeda dengan rumah Allah saat ini yang dikenal dengan nama gereja, dibuat untuk menyenangkan manusia. Hampir semua gereja fokus menyenangkan manusia. Gereja berlomba-lomba membangun tempat yang besar dan mewah supaya banyak yang datang.
Adik-adik, semua tidak salah dan bukan tidak boleh, tetapi kalau yang dikejar dalam rumah Allah adalah manusia bukan kehadiran Tuhan Yesus maka hal itu salah. Tuhan Yesus harus menjadi fokus dan nomor satu. Gereja harus menjadi “laut” atau wadah kehadiran Tuhan Yesus dan bukan menjadi “laut” bagi manusia.
|| Gereja harus menjadi wadah kehadiran Tuhan Yesus bukan wadah kehadiran manusia. ||
Renungkan:
- Bagaimana menjadikan gereja wadah kehadiran Tuhan Yesus?
- Bagaimana rumah Tuhan di tempat saya beribadah?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

