DH-Allah Memandang Kita

ALLAH MEMANDANG KITA

HOP CHURCHDaily HOPe

Mazmur 53:1-6
(Ayat 2) Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Allah berdiam di sorga, tempat atau alam yang terpisah dan berbeda dengan alam di mana manusia berada. Sorga adalah alam roh sedang manusia tinggal dalam alam jasmani. Tetapi meskipun berbeda, pandangan Allah selalu tertuju kepada alam manusia dan khususnya ditujukan kepada anak-anak manusia.

Dari seluruh anak manusia yang ada di dunia yang Allah perhatikan, Allah mencari mereka yang berakal budi. Manusia diciptakan Allah berbeda dari makhluk ciptaan yang lain, salah satu kelebihan manusia adalah memiliki akal budi. Dengan akal budi yang Allah berikan, Allah ingin berinteraksi dengan manusia.

Tetapi banyak anak-anak manusia tidak memakai akal budi untuk berinteraksi dengan Allah atau mencari Allah. Tetapi sebaliknya akal budi dipakai untuk hal-hal duniawi yang membuat manusia jauh dari Tuhan. Bahkan banyak yang dipakai untuk memuaskan hawa nafsu.

Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena mereka memakai pikiran atau akal budi untuk memuaskan hawa nafsunya. Mereka tergiur oleh godaan ular untuk memakan buah yang dapat membuat mereka jadi seperti Allah. Akibat perbuatan mereka, tidak hanya mereka yang jatuh dalam dosa tetapi semua manusia juga jatuh dalam dosa.


ALLAH MEMBERIKAN AKAL BUDI SUPAYA KITA BISA MEMILIH APA YANG BAIK DAN MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH UNTUK MEMULIAKAN ALLAH


Kalau kita ingin menjadi pusat perhatian Allah, kita harus senantiasa mencari Allah. Allah memberikan akal budi supaya kita bisa memilih apa yang baik dan melakukan kehendak Allah. Kita harus pakai akal budi atau pikiran dari Allah untuk memuliakan Allah, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan kita sehari-hari.

Tuhan memberkati.

DOA :
Tuhan ampuni saya, kalau selama ini saya memakai akal budi untuk memuaskan hawa nafsu. Mulai saat ini saya akan pakai akal budi untuk memuliakan Allah dan saya akan terus mencari Allah dan intim dengan Allah. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.