BERBUAH DI MASA TUA

Berbuah Di Masa Tua

Mazmur 92:1-16
(Ayat 15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.

Masa tua bagi sebagian orang menjadi masa yang menakutkan. Pada masa tua, biasanya orang sudah lemah, tidak berdaya dan bahkan sakit-sakitan. Banyak orang di masa tua menjadi menyusahkan. Bukan hanya menyusahkan dirinya sendiri, tetapi juga menyusahkan keluarga dan teman-teman.

Bagi sebagian orang, kalau bisa, tidak mau mengalami masa tua. Kalau bisa, tidak mau tua, tetapi menjadi tua adalah sesuatu yang harus dihadapi dan dijalani oleh semua orang bila Tuhan belum memanggilnya atau ia meninggal di usia muda. Semakin bertambahnya usia, seseorang akan kelihatan tanda-tanda ketuaannya. Kekuatan, daya ingat dan lain sebagainya akan semakin berkurang.

Tetapi tidak demikian dengan yang disampaikan pemazmur. Orang yang ditanam dan bertunas di Bait Allah pada masa tuanya masih berbuah, bahkan menjadi gemuk dan segar. Artinya, di masa tuanya, orang tidak lemah dan sakit-sakitan, tetapi tetap berbuah atau produktif.

Ditanam dan bertunas di Bait Allah adalah gambaran dari orang yang hidupnya intim dan melekat dengan Tuhan. Tuhan tidak hanya meluputkan dan membentenginya dari segala marabahaya. Tuhan akan membuat orang tersebut terus berbuah.

Menjadi tua tidak bisa kita hindari, tetapi untuk tetap berbuah adalah pilihan kita. Bila kita ingin terus berbuah sampai masa tua, maka kita harus tertanam dan bertunas di Bait Allah. Hidup kita senantiasa tinggal dan bertumbuh di hadirat Allah. Kita akan seperti ranting pohon anggur yang akan berbuah bila menempel pada batangnya.

|| Orang yang tinggal dan hidup dalam hadirat Tuhan akan tetap berbuah di masa tua. ||

Renungkan:

  • Bagaimana caranya tetap berbuah sampai masa tua?
  • Kenapa banyak orang yang tidak berbuah di masa tuanya?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)