HIKMAT DAN PENGERTIAN

Hikmat Allah

Ayub 39:1-30
(Ayat 17) Karena Allah tidak memberikannya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya.

Ayub pasal 39 menjelaskan bahwa Allah tidak memberikan hikmat dan pengertian kepada binatang atau hewan. Sekalipun makhluk ciptaan Tuhan, tetapi tidak memiliki akal budi. Binatang hanya memiliki naluri atau insting.

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, dibuat serupa dengan gambar Allah. Manusia memiliki roh, jiwa dan tubuh. Dalam jiwa terdapat akal budi, dan dengan akal budi, manusia bisa mengerti hikmat dan pengertian.

Allah adalah sumber hikmat dan pengertian. Allah tidak pernah pelit untuk memberikan hikmat dan pengertian kepada manusia, khususnya umat-Nya. Melalui hikmat dan pengertian, umat Allah berjalan di dalam rencana dan kehendak Allah.

Allah memberikan hikmat dan pengertian-Nya kepada kita yang takut akan Tuhan. Permulaan hikmat adalah ketika kita hidup takut akan Tuhan (Ams. 9:10). Hidup benar dan kudus serta melakukan semua perintah-Nya. Hikmat dan pengertian dari Tuhan akan membuat kita berjalan di dalam kehendak dan janji Tuhan.

|| Hikmat dan pengertian Tuhan akan tercurah ketika kita hidup takut Tuhan. ||

Renungkan:

  • Bagaimana mendapatkan hikmat dan pengertian Tuhan?
  • Apa tujuan Tuhan mencurahkan hikmat dan pengertian kepada umat-Nya?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)