JANGAN KERAS HATI

DH-Jangan Keras Hati
Keluaran 9:1-35
(Ayat 34) Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya.

Tuhan mengirimkan tulah yang ketujuh yaitu hujan es yang sangat dahsyat disertai guruh dan kilat yang menyambar-nyambar ke bumi. Tuhan menyebutkan bahwa kedahsyatan hujan es ini belum pernah terjadi sejak Mesir berdiri (ayat 18).

Kedahsyatan tulah itu dimaksudkan agar Firaun mengenal Allah yang dahsyat dan supaya seluruh dunia mengetahuinya juga. Firaun mengakui kedahsyatan Allah tetapi ia tetap tidak mau bertobat. Ia belum mau percaya sepenuhnya bahwa Allah itu berkuasa dan berdaulat.

Mengetahui tentang Allah dan mengalami kuasa-Nya ternyata tidak serta merta membuat Firaun membuka mata dan hatinya untuk segera bertobat. Bahkan mengalami sendiri pernyataan kuat kuasa tangan Allah tidak membuatnya bertobat. Ia tetap mengeraskan hati dan tidak mau merubah sikap.


JIKA KITA TAHU BAHWA ALLAH ITU BENAR DAN BERKUASA, LEBIH BAIK KITA BERTOBAT, MENGAKUI SEGALA DOSA KITA DAN MEMINTA PENGAMPUNAN-NYA


Firaun yang mengeraskan hati menjadi peringatan bagi kita, jika kita tahu bahwa Allah itu benar dan berkuasa, tetapi kita tidak mau meninggalkan dosa maka kita perlu waspada. Jangan sampai Tuhan menunjukkan kuasa-Nya yang lebih besar lagi kepada kita. Sebelum itu terjadi, lebih baik kita bertobat, mengakui segala dosa kita dan meminta pengampunan-Nya.

YANG TERPENTING DARI SEBUAH PERTOBATAN BUKANLAH PENGALAMAN ATAU PERTEMUAN PRIBADI DENGAN ALLAH, MELAINKAN ADANYA KEMAUAN UNTUK BERTOBAT DAN TUNDUK SERTA MENYERAHKAN HIDUPNYA KEPADA ALLAH. Tulah atau masalah yang dijatuhkan kepada kita bukan semata-mata dimaksudkan untuk kita menderita tetapi untuk kita bertobat.

Tuhan memberkati.

DOA :
Ampuni saya Tuhan yang sering kali keras hati, tidak mau bertobat sekalipun Allah sudah berkali-kali memperingatkannya. Saya bertobat dan tidak mengeraskan hati lagi. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.