2 Tawarikh 35:1-27
(Ayat 22) Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan Allah, lalu berperang di lembah Megido.
Tidak mudah untuk mendengar suara Allah karena menyampaikan pesan bisa dengan berbagai cara. Tidak hanya melalui para hamba-Nya, Allah bisa memakai orang yang belum percaya atau kenal Tuhan bahkan binatang dan alam bisa Tuhan pakai untuk menyampaikan pesan-Nya.
Raja Yosia sekalipun hidupnya takut Allah dan membawa pembaharuan di dalam kerohanian atas Israel ketika menjadi raja, Yosia gagal mengenali pesan atau suara Allah yang disampaikan raja Mesir. Akibatnya Yosia mati terbunuh dalam peperangan.
Kita dapat mendengar suara Tuhan bila intim dengan Tuhan. Bisa mendengar dan membedakan suara Tuhan atau bukan. Untuk bisa mendengar suara Tuhan tidak cukup hanya ketika kita ibadah tetapi juga harus disertai dengan doa dan Firman Tuhan yang kita baca, renungkan dan dilakukan setiap hari. Firman Tuhan akan menjadi rhema dalam hidup kita.
|| Kita bisa mendengar suara Tuhan bila senantiasa dekat dengan Tuhan. ||
Renungkan:
- Bagaimana bisa mendengar suara Tuhan?
- Apakah saya bisa mendengar suara Tuhan?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

