MENGHAKIMI DENGAN ADIL

DH-Menghakimi Dengan Adil
2 Tawarikh 19:1-11
(Ayat 4) Yosafat diam di Yerusalem. Ia mengadakan kunjungan pula ke daerah-daerah, dari Bersyeba sampai ke pegunungan Efraim, sambil menyuruh rakyat berbalik kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka.

Menghakimi dengan adil adalah menghakimi sesuai dengan perbuatan dan kesalahannya. Suatu kehidupan yang takut akan Tuhan diperintahkan Yosafat kepada rakyatnya yaitu untuk hidup berbalik dan takut kepada Allah.

Yosafat sebagai raja mengajarkan kepada rakyatnya terutama kepada hakim-hakim. Hakim adalah orang yang bertugas untuk menghakimi atau menyelesaikan setiap masalah yang ada pada rakyat. Untuk itu setiap keputusan yang diputuskan harus benar dan adil.

Dalam setiap pengangkatan hakim-hakim kerajaan, Yosafat selalu berpesan untuk hidup takut akan Allah, bertindak dengan seksama, jangan curang, menerima suap, setia dan tulus. Setiap keputusan yang diambil untuk Tuhan bukan untuk manusia.


DALAM SETIAP PERKARA YANG KITA PUTUSKAN MINTALAH HIKMAT TUHAN SEHINGGA KEPUTUSAN KITA TIDAK SALAH


Mungkin kita bukan hakim yang sesungguhnya atau dalam arti yang sebenarnya, tetapi setiap kita pasti pernah atau pasti akan dihadapkan pada suatu situasi untuk memutuskan atau menghakimi. Untuk itulah dalam setiap perkara yang kita putuskan mintalah hikmat Tuhan sehingga keputusan kita tidak salah.

Tuhan memberkati.

DOA :
Tuhan terima kasih kalau Tuhan sudah mengingatkan saya untuk berlaku adil. Berikan saya hikmat-Mu sehingga dalam menghakimi atau setiap keputusan yang saya ambil berkaitan dengan orang lain saya berlaku adil dan benar. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.