Ayub 6:1-30
(Ayat 2) Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!Tidak semua masalah atau kesusahan disebabkan oleh dosa. Ada kalanya Tuhan mengizinkan hal itu terjadi untuk kita naik level atau mengalami berkat Tuhan yang lebih besar lagi. Pada saat dalam kondisi seperti itu, yang dibutuhkan adalah dukungan dari orang-orang terdekat termasuk teman-teman.
Penderitaan Ayub memang luar biasa. Harta benda ludes, sepuluh anaknya tewas mengenaskan dan tubuhnya dipenuhi penyakit kulit yang tidak tertahankan gatalnya. Ayub membutuhkan dukungan untuk dapat kuat menghadapi semuanya itu.
Tetapi yang Ayub dapatkan dari istri dan teman-temannya malah sebaliknya. Mereka menuduh Ayub bahwa semua yang terjadi karena Ayub berdosa. Hal ini membuat Ayub semakin menderita dan menambah penderitaannya. Dalam situasi seperti itu, yang dibutuhkan Ayub bukan tuduhan tetapi empati yang dapat membuatnya kuat menghadapi masalah.
KITA HARUS MEMILIKI EMPATI DENGAN ORANG YANG DALAM KESUSAHAN SEHINGGA KITA BISA MEMBANGUN DAN MENGUATKANNYA DENGAN PERKATAAN KITA
Perkataan teman-teman Ayub menjadi pelajaran penting dalam menghadapi orang yang sedang dalam kesusahan. Kita perlu berhati-hati dengan perkataan kita khususnya terhadap orang yang dalam kesusahan. Kita harus memiliki empati dengan orang tersebut sehingga kita bisa merasakan penderitaannya dan kita bisa membangun dan menguatkannya dengan perkataan kita.
Tuhan memberkati.
DOA :
Ampuni saya Tuhan kalau selama ini saya tidak memiliki empati terhadap teman-teman sehingga perkataan saya malah menghakimi, bukan perkataan yang membangun dan menguatkan. Saya akan berhati-hati dalam perkataan khususnya terhadap teman yang sedang dalam kesusahan. Saya akan berempati terhadap mereka. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.