PAKAIAN IMAM

Pakaian Imam

Keluaran 39:1-43
(Ayat 1) Dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi dibuat merekalah pakaian jabatan yang dipakai apabila diselenggarakan kebaktian di tempat kudus; juga dibuat mereka pakaian-pakaian kudus untuk Harun, seperti yang di perintahkan Tuhan kepada Musa.

Tuhan menyuruh Musa untuk membuat pakaian imam. Pakaian dari kain ungu tua ungu muda, kain kirmizi dan kain lenan putih halus. Kain dan bahan yang digunakan memiliki pengertian secara rohani. Kain ungu tua dan ungu muda merupakan simbol kebesaran Allah, melambangkan Allah yang tidak berubah.

Kain Kirmizi warna merah merupakan perlambangan dari darah yang mengikat dan meneguhkan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama dipakai darah binatang. Tetapi di dalam Perjanjian Baru darah Yesus menjadi meterai Perjanjian Baru yang kekal antara Tuhan dengan orang percaya.

Kain Lenan putih halus (ayat 2) merupakan perlambangan kekudusan dari Allah. Kekudusan yang harus dimiliki oleh para imam sebagai perantara Allah dengan umat-Nya. Bila imam tidak kudus maka akan mati pada saat menyelenggarakan upacara di Kemah Suci dan mempersembahkan korban bakaran.

Keempat kain tersebut dipintal menjadi satu benang. Melambangkan simbol Perjanjian Lama dan Baru yang diikat Darah Penebusan dan kebangkitan Tuhan Yesus. Dan Yesus menjadi Imam Agung yang menyelenggarakan ibadah bagi setiap orang percaya. Pakaian Imam wajib dikenakan oleh para imam ketika mengadakan ibadah di Kemah Suci.

Sekarang kita tidak perlu lagi menggunakan pakaian imam secara fisik. Pakaian imam tetap harus kita kenakan tetapi secara rohani yaitu mengenakan Yesus dalam hidup kita. Artinya Yesus menjadi Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita sampai garis akhir.

KITA HARUS MENGENAKAN YESUS SEBAGAI PAKAIAN IMAM SAMPAI GARIS AKHIR.
 

RENUNGKAN:

  • Kenapa Allah menyuruh Musa membuat pakaian imam?
  • Pakaian imam seperti apa yang harus saya pakai sekarang?

DOA:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)