Hakim-Hakim 14:1-20
(Ayat 2) Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: “Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku.”
Pernikahan bagi anak Tuhan adalah sekali dan untuk selamanya. Pernikahan bisa menjadi sorga atau neraka dalam keluarga, semua ditentukan oleh pasangan hidup yang dipilih baik suami atau istri.
Kehidupan sorga yang penuh damai sejahtera akan terjadi bila mendapat pasangan yang cocok dan sesuai. Saling mengasihi, mendukung, menghormati dan rukun. Allah akan hadir karena ada kebersamaan dalam pernikahan.
Demikian sebaliknya keributan, cekcok, KDRT, tidak ada damai sejahtera mungkin seperti “neraka” akan dijalani dalam pernikahan. Tuhan tidak akan hadir dan memberkati pernikahan tersebut. Pernikahan tidak akan berlangsung lama dan pasti akan berakhir dengan perceraian.
Kehidupan pernikahan yang tidak baik dialami Simson ketika mengambil isteri dari bangsa Filistin. Pernikahan yang didasarkan karena “suka” atau keinginan daging. Akibatnya pernikahan tidak berjalan lama (ayat 20). Isterinya tidak setia dan membocorkan rahasia Simson (ayat 17).
Pernikahan yang berbeda iman dan keyakinan tidak akan berlangsung lama (2 Kor. 6:14). Sebaliknya ketika menikah dengan orang yang seiman, ada berkat khusus yang Tuhan siapkan, keluarga akan penuh kemuliaan Tuhan. Kita harus berdoa untuk pasangan kita baik suami atau istri adalah seiman. Bila bukan atau belum seiman kita harus berdoa supaya Tuhan jamah dan manjadi anak Tuhan.
KETIKA KITA MENIKAH DENGAN PASANGAN YANG SEIMAN, AKAN ADA BERKAT KHUSUS YANG TUHAN SIAPKAN.
RENUNGKAN:
- Kenapa saya harus memiliki pasangan yang seiman?
- Bagaimana bila pasangan saya tidak seiman?
DOA:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

