PUJILAH TUHAN

DH-Pujilah Tuhan
Mazmur 113:1-9
(Ayat 1) Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan!

Segala sesuatu dalam dunia ini ada batasnya, semua makhluk hidup ada batasnya, tidak ada yang kekal. Keterbatasan segala sesuatu dalam dunia ini menyadarkan kita semua bahwa kita tidak mungkin dijadikan objek pujian dan penyembahan.

Tetapi pemazmur dalam Mazmur 103 memberitahukan bahwa ada objek pujian dan penyembahan yang benar dan kekal, yaitu Allah sendiri dan menyuruh semua hamba Allah untuk memuji-muji Tuhan. Para hamba Allah adalah mereka yang sungguh-sungguh mengakui kewibawaan, kedaulatan dan keagungan Allah.

Hamba-hamba Allah adalah mereka yang sudah tidak ragu lagi kepada Tuhan atau mereka yang memiliki pemahaman dan komitmen bahwa hanya Tuhan yang mereka kenal yang patut menjadi objek penyembahan. Dari pemahaman yang benar akan Allah maka seluruh hidup dan keberadaannya hanya untuk memuji Tuhan atau melayani Tuhan.

Sebutan nama Tuhan bukan sekadar sebutan secara umum, tetapi menekankan bahwa karakter Allah yang dinyatakan melalui manifestasi-manifestasi yang ditunjukkan oleh Allah tidak mungkin dapat dilakukan atau ditiru oleh siapapun juga.


SEBAGAI ORANG-ORANG PERCAYA, HENDAKNYA KITA MEMUJI TUHAN MELALUI SELURUH GAYA HIDUP KITA


Sebutan para hamba Tuhan saat ini adalah setiap gereja yang hidup yaitu berbicara tentang orang-orang percaya yang sudah ditebus oleh darah Yesus dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. MEMUJI TUHAN BISA DIEKSPRESIKAN LEWAT SELURUH GAYA HIDUP YANG MEMULIAKAN TUHAN.

Tuhan memberkati.

DOA :
Tuhan, saya mau memuji Tuhan dengan seluruh keberadaan saya sebab Tuhan layak menerima semua pujian saya. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.