Pengkhotbah 1:1-18
(Ayat 2) Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.
Shalom adik-adik,
Kehidupan di dunia ini sering membuat manusia sibuk mengejar kekayaan, jabatan, kehormatan dan kesenangan. Namun, Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat sementara. Kekayaan tidak dapat menjamin kebahagiaan sejati, jabatan tidak berlangsung selamanya, dan kesenangan dunia tidak mampu mengisi kekosongan hati secara permanen. Jika adik-adik hanya mengejar hal-hal duniawi, maka adik-adik bisa kehilangan tujuan hidup yang sesungguhnya.
Firman Tuhan tidak melarang adik-adik untuk bekerja keras, menjadi kaya, atau meraih keberhasilan. Namun, adik-adik perlu menyadari bahwa semua yang adik-adik miliki berasal dari Tuhan Yesus dan harus dipergunakan untuk kemuliaan-Nya. Jangan sampai kesibukan mencari kesuksesan membuat adik-adik melupakan Tuhan Yesus, mengabaikan keluarga dan kehilangan kesempatan untuk menjadi berkat bagi orang lain. Keberhasilan sejati bukan hanya tentang apa yang adik-adik miliki, tetapi juga tentang bagaimana adik-adik hidup di hadapan Tuhan Yesus.
Hidup yang bermakna adalah hidup yang berpusat pada Tuhan Yesus. Ketika adik-adik membangun hubungan yang dekat dengan-Nya, menaati firman-Nya, mengasihi sesama dan melakukan kehendak-Nya, maka hidup adik-adik tidak akan menjadi sia-sia. Dunia mungkin mengukur keberhasilan dari harta dan pencapaian, tetapi Tuhan Yesus melihat hati, kesetiaan dan ketaatan adik-adik. Karena itu, gunakan waktu, talenta dan berkat yang Tuhan Yesus percayakan untuk menghasilkan buah yang membawa dampak kekal.
Adik-adik harus mengevaluasi kehidupan hari ini. Apakah adik-adik hanya mengejar sesuatu yang sementara atau sedang membangun kehidupan yang berkenan kepada Tuhan Yesus? Jangan habiskan hidup hanya untuk memperoleh apa yang akhirnya akan adik-adik tinggalkan. Jadikan Tuhan Yesus sebagai pusat kehidupan dan tujuan dari setiap pekerjaan adik-adik. Sebab hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan Yesus tidak pernah sia-sia. Apa pun yang adik-adik lakukan dengan iman, kasih dan kesetiaan bagi kemuliaan-Nya memiliki nilai yang kekal.
|| Hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan Yesus tidak pernah sia-sia. ||
Renungkan:
- Bagaimana memiliki hidup yang bermakna?
- Apa yang dimaksud dengan hidup dalam kesia-siaan?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

