Pengkhotbah 10:1-20
(Ayat 4) "Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar."
Dalam kehidupan, kita tidak selalu dapat menghindari situasi yang membuat kita dimarahi, disalahpahami, atau diperlakukan tidak adil. Terkadang perkataan dan sikap orang lain dapat melukai hati serta membangkitkan emosi kita. Dibutuhkan kesabaran ketika kita berada dalam keadaan tersebut.
Kesabaran adalah salah satu tanda kedewasaan rohani. Ketika kita membalas kemarahan dengan kemarahan, maka masalah yang kecil dapat menjadi semakin besar. Sebaliknya, ketika kita mampu mengendalikan diri, tetap tenang dan tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi, kita sedang membuka jalan bagi penyelesaian yang lebih baik.
Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk memiliki hati yang lemah lembut, penuh kasih dan mampu menguasai diri. Kesabaran bukan berarti kita lemah atau membiarkan diri diperlakukan semena-mena, tetapi menunjukkan bahwa hidup kita dipimpin oleh hikmat Tuhan, bukan oleh emosi sesaat.
Jangan biarkan kemarahan orang lain merampas damai sejahtera yang Tuhan berikan dalam hati kita. Jangan terburu-buru bereaksi ketika menghadapi kemarahan orang lain. Tidak semua perkataan harus dibalas dan tidak semua perlakuan harus ditanggapi dengan kemarahan. Kita harus sabar dan tetap tenang.
|| Kesabaran akan meredam amarah dan menghindarkan kita dari masalah yang lebih besar. ||
Renungkan:
- Apa yang harus saya lakukan ketika menghadapi amarah seseorang?
- Kenapa saya harus sabar ketika sedang menghadapi amarah?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

