Lukas 22:1-71 (Ayat 42) “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
JADILAH KEHENDAK-MU
Lukas 22:1-71 (Ayat 42) “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
MEMBERI SEMUA MILIK KITA
Lukas 21:1-38 (Ayat 3) Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.”
MEMBERI SEMUA MILIK KITA
Lukas 21:1-38 (Ayat 3) Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.”
MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK
Lukas 20:1-47 (Ayat 25) Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”
MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK
Lukas 20:1-47 (Ayat 25) Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”
JANGAN CEMARI TUBUHMU
Lukas 19:1-48 (Ayat 46) Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
JANGAN CEMARI TUBUHMU
Lukas 19:1-48 (Ayat 46) Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
SELALU DATANG KEPADA TUHAN
Lukas 18:1-43 (Ayat 3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
SELALU DATANG KEPADA TUHAN
Lukas 18:1-43 (Ayat 3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku.
TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH
Lukas 17:1-37 (Ayat 17) Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu?”
TIDAK TAHU BERTERIMA KASIH
Lukas 17:1-37 (Ayat 17) Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Dimanakah yang sembilan orang itu?”






