Ayub 7:1-21 (Ayat 9) Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.
ORANG YANG MENINGGAL
Ayub 7:1-21 (Ayat 9) Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.
MILIKI EMPATI
Ayub 6:1-30 (Ayat 2) Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!
MILIKI EMPATI
Ayub 6:1-30 (Ayat 2) Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca!
TEGURAN TUHAN
Shalom adik-adik, Setiap teguran tidak ada yang enak dan kadang menyakitkan. Siapapun yang menyampaikannya. Tetapi setiap teguran memiliki dampak positif. Supaya kita menyadari kesalahan atau kekurangan kita. Dan tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Adik-adik Tuhan Yesus akan menegur ketika adik-adik salah atau menyimpang dari jalan-Nya. Teguran Tuhan Yesus tidak bisa dideskripsikan dan diprediksikan. Tuhan Yesus bisa saja …
TEGURAN TUHAN
Ayub 5:1-27 (Ayat 17) Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.
SAHABAT SEJATI
Ayub 4:1-21 (Ayat 8) Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.
SAHABAT SEJATI
Ayub 4:1-21 (Ayat 8) Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga.
JANGAN TAKUT
Ayub 3:1-26 (Ayat 25) Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.
JANGAN TAKUT
Ayub 3:1-26 (Ayat 25) Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.
BAIK DAN BURUK
Ayub 2:1-13 (Ayat 10) Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.
BAIK DAN BURUK
Ayub 2:1-13 (Ayat 10) Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.






