JANGAN MENJADI PEMALAS

Jangan Malas

Amsal 21:1-31
(Ayat 25) Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.

Tuhan menghendaki kita menjadi orang yang rajin dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan. Amsal 21:25 mengingatkan bahwa orang yang malas sering kali memiliki banyak keinginan, tetapi tidak mau berusaha mewujudkannya. Ia ingin hidup berkecukupan, berhasil dan diberkati, tetapi malas melakukan pekerjaan yang menjadi bagiannya.

Kemalasan dapat menghalangi seseorang untuk mengalami kemajuan dalam hidup. Keinginan tanpa tindakan hanya akan menjadi angan-angan. Tuhan memang sanggup memberikan berkat dan membuka jalan bagi kita, tetapi kita juga harus memiliki kemauan untuk bekerja, berusaha, dan memanfaatkan kesempatan yang Tuhan berikan. Iman yang benar harus disertai tindakan nyata dan tanggung jawab.

Sesungguhnya Tuhan telah mengaruniakan karunia dan talenta yang berbeda kepada setiap orang percaya. Jika kita percaya akan anugerah Tuhan yang besar ini, maka kita tidak akan menjadi orang yang malas. Sebaliknya, kita akan memiliki semangat yang tinggi dan giat dalam melakukan segala sesuatunya.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus menjadi pribadi yang rajin, tekun dan setia dalam setiap pekerjaan. Jangan menunda-nunda apa yang dapat kita kerjakan hari ini. Sekalipun pekerjaan yang kita lakukan terlihat kecil, lakukanlah dengan sungguh-sungguh seperti untuk Tuhan. Kita melakukan segala sesuatu dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol. 3:23).

|| Jangan menjadi pemalas karena akan membawa kehancuran hidup di masa depan. ||

Renungkan:

  • Apakah saya seorang pemalas?
  • Bagaimana supaya tidak menjadi pemalas?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)