Pengkhotbah 7:1-29
(Ayat 2) "Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya."
Rumah duka mengingatkan kita bahwa setiap manusia memiliki akhir kehidupan. Tidak peduli seberapa kaya, terkenal atau sukses seseorang, semua akan menghadapi kematian. Di tengah suasana duka, kita belajar bahwa harta, jabatan dan kesenangan dunia tidak dapat dibawa ketika kita meninggalkan dunia ini.
Firman Tuhan mengingatkan kita untuk memperhatikan kesudahan setiap manusia. Banyak orang sibuk mengejar kesuksesan dunia tetapi lupa mempersiapkan kehidupan rohaninya. Kita harus bertobat selagi masih ada kesempatan. Jangan menjalani hidup seolah-olah kita akan tinggal selamanya di dunia ini.
Kita harus sadar bahwa waktu yang Tuhan berikan sangat berharga. Yang terpenting bukanlah seberapa banyak yang kita miliki, tetapi bagaimana kita menggunakan hidup untuk mengasihi Tuhan dan sesama. Hidup yang bermakna adalah hidup yang menjadi berkat bagi orang lain. Mengampuni, mengasihi, melayani, dan semakin sungguh-sungguh berjalan bersama Tuhan.
Kita tidak tahu berapa lama waktu yang Tuhan berikan di dunia ini. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan. Hiduplah dengan bijaksana dan berkenan kepada Tuhan. Gunakan setiap hari untuk melakukan kehendak Tuhan. Jangan hanya mengejar kehidupan yang menyenangkan tetapi kejarlah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
|| Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan karena hidup di dunia tidak selamanya. ||
Renungkan:
- Kenapa saya harus menghargai kehidupan di dunia?
- Bagaimana caranya menghargai kehidupan yang Tuhan berikan?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

