TAKUT AKAN TUHAN

Takut Akan Tuhan

Amsal 9:1-18
(Ayat 10) Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Amsal 9:10 mengatakan bahwa hikmat yang sejati bukan sekadar memiliki banyak pengetahuan atau pengalaman, tetapi dimulai dari sikap hormat dan tunduk kepada Tuhan. Ketika kita menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan maka kita belajar melihat segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.

Takut akan Tuhan bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan memiliki hati yang menghormati, mengasihi, dan menaati-Nya. Orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan akan berhati-hati dalam perkataan, keputusan dan tindakannya karena menyadari bahwa hidupnya berada di hadapan Tuhan.

Mengenal Yang Mahakudus juga memberikan pengertian dalam menjalani kehidupan. Semakin kita mengenal karakter dan kehendak Tuhan melalui Firman-Nya, semakin kita mampu membedakan mana yang benar dan salah. Firman Tuhan menjadi pedoman ketika kita menghadapi pilihan, tantangan dan berbagai keadaan dalam kehidupan.

Kita jangan hanya mengejar pengetahuan dunia tetapi terlebih dahulu mencari Tuhan dan membangun hubungan yang dekat dengan-Nya. Kita harus minta hikmat setiap hari agar kita dapat mengambil keputusan yang benar dan hidup berkenan kepada-Nya. Takut akan Tuhan adalah awal hikmat dan mengenal Tuhan adalah jalan menuju pengertian yang sejati.

|| Takut akan Tuhan membuat hidup kita berkenan kepada Tuhan. ||

Renungkan:

  • Kenapa saya harus hidup takut akan Tuhan?
  • Apa dampaknya ketika saya hidup takut akan Tuhan?

Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)