Amsal 18:1-24
(Ayat 12) Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
Penulis Amsal mengingatkan kita bahwa kesombongan dapat membawa kita ke kehancuran. Kita yang tinggi hati merasa dirinya paling hebat, paling benar dan tidak membutuhkan nasihat orang lain. Kita mudah meremehkan sesama dan lupa bahwa semua yang dimilikinya adalah anugerah Tuhan.
Sebaliknya, kerendahan hati adalah sikap yang berkenan di hadapan Tuhan. Kita yang rendah hati menyadari bahwa kita membutuhkan pertolongan dan tuntunan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. Kita tidak malu menerima nasihat, bersedia mengakui kesalahan dan mau belajar dari orang lain. Kerendahan hati bukan berarti kita tidak memiliki kemampuan, melainkan menyadari bahwa kemampuan kita berasal dari Tuhan.
Tuhan menghendaki kita menjadi pribadi yang rendah hati dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan dan pergaulan sehari-hari. Jangan kita menggunakan keberhasilan untuk meninggikan diri atau merendahkan orang lain. Sebaliknya, gunakan setiap berkat dan kemampuan yang Tuhan berikan untuk menjadi berkat bagi sesama. Ketika kita memilih untuk merendahkan hati di hadapan Tuhan, maka kita memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk membentuk karakter dan membawa kita kepada kehormatan pada waktu-Nya.
Kita harus belajar untuk selalu hidup dalam kerendahan hati dan menjauhkan diri dari kesombongan. Jangan mengejar kehormatan dengan meninggikan diri sendiri, tetapi biarlah hidup kita memuliakan Tuhan melalui perkataan, sikap dan perbuatan. Kesombongan dapat mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
|| Kerendahan hati akan membuat hidup kita dihormati. ||
Renungkan:
- Apa akibatnya bila saya tinggi hati atau sombong?
- Apa akibatnya bila saya rendah hati?
Doa:
(Apa yang Tuhan Yesus sampaikan melalui pembacaan firman Tuhan hari ini?)

